Keseruan para tamu undangan mengunjungi stan UMKM menjadi salah satu momen menarik dalam rangkaian kegiatan. Kunjungan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap para pelaku UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (PERBARINDO) menyelenggarakan Musyawarah Nasional (MUNAS) XII dan Seminar Nasional dengan tema “Akselerasi Peran dan Fungsi Industri BPR-BPRS sebagai Mitra Strategis UMKM untuk Meningkatkan Kontribusi terhadap Ekonomi Nasional.”

Sebagai lembaga keuangan yang dekat dengan masyarakat, BPR-BPRS memiliki peran strategis dalam mendukung keberlanjutan usaha mikro dan kecil melalui akses pembiayaan. Industri BPR-BPRS pun menjadi garda terdepan dalam melayani serta mendukung perkembangan UMKM di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Tedy Alamsyah menegaskan bahwa industri BPR-BPRS ke depan membutuhkan tata kelola yang semakin kuat, regulasi yang lebih fleksibel, serta percepatan transformasi digital.
Ia juga menekankan bahwa BPR-BPRS harus tetap konsisten menjalankan mandatnya untuk melayani usaha mikro dan kecil yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
Hingga Juli 2026, kinerja industri BPR-BPRS menunjukkan perkembangan positif. Dari sisi aset, BPR tumbuh 4,25 persen secara tahunan, sementara BPRS tumbuh 12 persen. Penyaluran kredit BPR meningkat 3,12 persen dan pembiayaan BPRS tumbuh 6,23 persen.
Sementara itu, penghimpunan tabungan BPR tumbuh 4,21 persen dan BPRS 10,27 persen. Adapun deposito BPR meningkat 2,14 persen, sedangkan BPRS tumbuh 4,5 persen.
Capaian ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat tetap menjadi modal penting bagi keberlanjutan dan perkembangan industri BPR-BPRS.

UMKM sendiri merupakan fondasi perekonomian Indonesia. Dengan jumlah lebih dari 64 juta unit, kontribusi lebih dari 60 persen terhadap PDB, serta penyerapan hampir 97 persen tenaga kerja, UMKM memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Melalui sinergi BPR-BPRS dan UMKM, PERBARINDO berkomitmen memperkuat perekonomian nasional serta mendorong UMKM Indonesia tumbuh lebih maju, tangguh, dan berdaya saing.
