perbarindo-banner.jpg

Membentuk BPR/BPRS yang Loyal January 17th, 2012 - Category Kegiatan » Membentuk BPR/BPRS yang Loyal

Bank Indonesia bekerja sama dengan DPD Perbarindo DIY mengadakan Pelatihan “Penyusunan RKA” dan “Career Path Motivation”. Pelatihan yang diikuti oleh 66 orang peserta ini juga menjadi ajang untuk membentuk kaderisasi di masing-masing BPR/BPRS.

Industri BPR/BPRS di wilayah DI Yogyakarta terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Baik BPR Konvensional  maupun    BPR  Syariah sama-sama menunjukkan perkembangan yang cukup baik dari tahun ke tahun. Ini dibuktikan dengan meningkatnya aset, tabungan, deposito, jumlah kredit dan pembiayaan. Untuk BPR Konvensional saja, asetnya telah meningkat dari Rp 1,98 triliun menjadi Rp 2,68 triliun. Begitupun dengan aset BPR Syariah, meningkat dari Rp 93,3 miliar menjadi Rp143,6 miliar.

Melihat kondisi industri BPR yang cukup kondusif ini, Bank Indonesia dan DPD Perbarindo DIY berinisiatif mengadakan Pelatihan “Penyusunan RKA” dan “Career Path Motivation” dan diikuti oleh bankir-bankir BPR/BPRS . Dengan pelatihan semacam ini, peserta diharapkan dapat mengerti aturan pembuatan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) tahunan sehingga mampu membuat RKA dengan baik. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk membentuk SDM BPR/BPRS agar loyal kepada institusinya masing-masing.

Pelatihan RKA dan Career Path Motivation yang diselenggarakan di Lorin-Business Resort and Spa (Solo, Jawa Tengah) pada 24-26 Oktober 2011 lalu ini berjalan sesuai rencana.  Acara pelatihan secara resmi dibuka (24 Oktober 2011) oleh Dewi Setyowati, Pemimpin Bank Indonesia Yogyakarta, yang dalam sambutannya juga menyampaikan topik tentang “Personal and Corporate Values bagi Industri BPR” dan “Indikator Perkembangan Perbankan DIY”. Pada hari berikutnya, secara estafet,  sekitar delapan orang nara sumber menyampaikan materi-materi yang berkaitan dengan Penyusunan RKA” dan “Career Path Motivation”.

Di antara sejumlah nara sumber yang mengisi acara pelatihan tersebut adalah Djoko Raharto (BI Yogyakarta) dengan topik “Perkembangan Terkini, Tantangan dan Prospek Ekonomi Indonesia”,  Duma Riana (BI Jakarta) dengan topik “Peraturan Penyusunan RKA BPR”, Panca Hadi S. (BI Jakarta) dan Rowi M. Qohar (BI Yogyakarta) dengan topik “Penyusunan RKA BPRS”, dan RAy. Febri Hapsari Dipokusumo dengan materi motivasi.

Pelaksanaan pelatihan ini dilaksanakan bukannya tanpa alasan. Melainkan  merupakan  wujud  kepedulian terhadap industri BPR/BPRS agar di kemudian hari dapat menjalankan bisnis BPR secara baik dan benar. Makanya, untuk membentuk sebuah pengelolaan BPR/BPRS yang baik tentu dibutuhkan perencanaan yang baik pula. Sesuai dengan Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. 31/60/KEP/DIR tanggal 9 Juli 1998 tentang Rencana Kerja dan Laporan Pelaksanaan Rencana Kerja BPR, dimana semua BPR/BPRS harus membuat Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) yang harus disampaikan kepada Bank Indonesia paling lambat akhir bulan Januari.

Dengan pertumbuhan BPR/BPRS dan bertambahnya jumlah kantor, sudah sewajarnya jika industri ini juga memperhatikan dan menyiapkan SDMnya untuk mengisi sejumlah jabatan-jabatan strategis seperti Kepala Bagian, Manajer, Kepala Cabang, dan Kepala Kantor Kas. Untuk itulah pelatihan ini dilaksanakan sebagai wujud kepedulian untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan teknis karyawan BPR/BPS sehingga nantinya industri BPR akan memiliki SDM yang andal di bidangnya.

Perlu diketahui bahwa kemampuan untuk membuat perencanaan suatu kegiatan merupakan salah satu pengetahuan yang harus dimiliki oleh karyawan yang akan menduduki jabatan strategis. Dan untuk menambah atau meningkatkan loyalitas karyawan dalam bekerja, maka karyawan perlu diberi motivasi tentang “CAREER PATH” dengan harapan mereka mengerti akan jenjang karir yang akan ditempuh.

Semoga dengan adanya pelatihan-pelatihan semacam ini, industri BPR/BPRS akan semakin maju dan eksis meski persaingan juga terasa semakin keras. Dengan berbekal kemampuan teknis dan pengetahuan yang mumpuni tentang pengelolaan sebuah BPR/BPR, bukannya tidak mungkin BPR/BPRS di DIY Yogyakarta akan bersinar terang. Rakha Aji